Sejarah singkat Manchester United
MAN UTD TAHUN
2004-2005

Nama lengkap : Manchester United
Julukan : The Red Devils(Setan Merah)
Didirikan : 1878,
Newton Heath : Stadion Old Trafford, Manchester
(Kapasitas: 76.000)
Ketua : Joel dan Avram Glazer
Manajer : sir
Alex Ferguson
Manchester United F.C. ( Biasa
disingkat Man Utd, Man United atau hanya MU
) adalah sebuah klub sepak bola
Inggris yang berbasis di Old
Trafford, Manchester. Dibentuk sebagai Newton Heath LYR
F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan
Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya
berganti menjadi Manchester United pada 1902. Meski sejak dulu telah termasuk
salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih
dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan
Sir Alex Ferguson
dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C.
pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership di
tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan delapan kali
merebut tropi juara.
Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih
sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga
Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).
MU menjadi salah satu klub paling sukses di Inggris; sejak musim
86-87, mereka telah meraih 20 trofi besar - jumlah ini merupakan yang terbanyak
di antara klub-klub Liga Utama Inggris.
I
Mereka telah memenangi 17 trofi juara Liga Utama Inggris. Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris
pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa,
setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan
mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 dan
sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final.
Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali.[1]
Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang
berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA. Pada 12 Mei 2005, pengusaha
Amerika Serikat Malcolm Glazer menjadi pemilik klub dengan membeli mayoritas
saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar) seiring dengan banyaknya protes
dari para pendukung fanatik
Sejarah
Tahun awal
(1878–1945)
Tim ini pertama kali dibentuk dengan nama Newton
Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire stasiun kereta api di Newton Heath. Kaos tim
berwarna hijau - emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road,
dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima
belas tahun, sebelum pindah ke Bank
Street di kota
dekat Clayton pada 1893.
Tim sudah memasuki
kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan
stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris
perkumpulan dan pengedropan "L&YR" dari nama mereka untuk menjadi
Newton Heath F.C saja..
Tak lama kemudian, di tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan
utang lebih dari £2500. Lapangan
Bank Street mereka telah ditutup.[2] Sebelum tim
mereka bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies, direktur Manchester
Breweries. Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten
tim, memamerkan anjing St. Bernardnya, kemudian Davies memutuskan untuk membeli
anjing itu. Stafford menolak, tetapi berhasil
mempengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan menjadi chairman
tim.[3] Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan
Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang
imigran muda asal Italia, berkata "Tuan-tuan, mengapa kita tidak
menggunakan nama Manchester United?"[4] Nama ditetapkan dan Manchester
United secara resmi eksis mulai 26 April 1902.
Davies juga memutuskan
untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna
tim Manchester
United. Ernest Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James
West yang mengundurkan diri pada tanggal 28 September 1902.
Mangnall bekerja keras
untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan gagal pada upaya pertamanya, menempati
urutan 5 Liga Divisi Dua. Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke
dalam klub dan merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John
Picken, ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar
II
Dia dibeli £750 dari Grimsby
Town pada April 1904, dan
membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.
Mereka kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan
dua Divisi Dua musim 1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir
kurang baik, mereka menempati urutan 8 klasmen.
Akhirnya mereka memenangkan
gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Manchester City
sedang diselidiki karena menggaji pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA.
Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka dihukum tidak boleh bermain
untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil kesempatan dari situasi ini,
merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak
boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907, akibat dari skors dari FA. Mereka
mulai bermain pada musim 1907–08 dan United membidik gelar juara saat itu.
Kemenangan 2–1 atas Sheffield United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali
United.
Namun pada akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin
dari rival mereka, Aston Villa. Klub membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa
trofi lagi, mereka memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada
musim 1910–11. United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan
pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan
Liverpool, tetapi mereka kalah 4-3.
Mereka tidak mendapat trofi
lagi pada musim 1911–12, mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia
pindah ke Manchester
City setelah 10 tahunnya
bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu
trofi pun. United kembali terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun
bermain di Divisi Satu.
Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk
jajaran papan atas liga Divisi Satu dan mereka turun divisi lagi pada tahun
1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang sejarahnya yaitu posisi 20
klasemen Divisi Dua 1934. kekuatan mereka kembali ketika musim 1938–39.




Tidak ada komentar